Sabtu, 03 Oktober 2009

Saat Buah Hati Tak Berdaya


MENUNGGU KEPASTIAN-Sabtu (3/9/09), di ruang Instalasi Gawat Darurat RS. haji Surabaya. Aza bersama eyangnya sedang menunggu dokter untuk diperiksa awal.


Keceriaan Zayd Vivere Gazanezard, atau yang kami panggil aza, anakku tiba-tiba saja menghilang. Tawa dan senyum yang sering mengisi hati kami, seolah lenyap. Kamis,1/10/09 lalu ia mulai tidak bersemangat. Sebagian makanan yang telah mengisi perutnya, ia muntahkan. setelah itu ia lemas. Mungkin kehilangan banyak cairan, ia demam.

Besoknya, dokter spesialis anak menduga, Aza terkena muntaber. Beberapa obat, diberikan. Sabtu (3/10), karena demam tak kunjung turun, kami berangkat ke UGD. Untuk perawatan lebih intensif,Aza diminta menginap.

Kawan-kawan, Aza memang bukan tokoh terkenal. Penyakitnya pun relatif biasa terjadi, tidak spesial, sehingga tidak layak muat berita. Namun, bagi kami, orang tuanya, merupakan peristiwa spesial. Ini adalah momen pertama bagi Aza berkenalan dengan jarum suntik, infus, serta obat-obatan lain. Kami mengekspresikan perasaan kami melalui bentuk visual dan membaginya untuk Anda.




TETES AIR MATA-Temperatur suhu badan menunjukkan 38 derajat celcius. Demam tinggi sering membuat Aza lebih sentitif menerima sesuatu yang menyebabkan dirinya mudah menangis.



PASANG INFUS-Perawat RS Haji Surabaya memasangkan infus ke tangan Aza.





Tangan Baru


Mencari Perlindungan


Boneka Macan

Selasa, 10 Februari 2009

Menanti Buah Hati

Setelah lama tidak muncul di dunia maya ini, Saya akan menampilkan story photo tentang kelahiran anak pertama saya, Zayd Vivere Gazanezard mulai dari tanda kehamilan, awal kehamilan, sampai dengan proses kelahiran, hingga munculnya sang buah hati di dunia ini bersama kita.

POSITIF: Dua garis merah sebagai penanda sebuah kehamilan pada alat tes kehamilan. Tes kehamilan mengukur kadar HCG hormon di air seni, karena pada saat kehamilan akan terjadi peningkatan kadar hormon HCG ini yaitu hormon yang dihasilkan oleh plasenta bayi.


TIGA BULAN: perubahan fisik mulai nampak





















FOTO PERTAMA: Ultrasonography (USG) biasa dilakukan saat usia kehamilan 7 minggu. Detak jantung bisa dideteksi dengan irama ultrasound doppler pada usia 6 minggu, dan lebih jelas digambarkan pada usia 7 minggu.



SIAP OPERASI : Karena besarnya bayi (4kg) dan ketuban sudah pecah, persalinan normal tidak bisa dilakukan, dokter menyarankan operasi.




FIRST MEETING


FIRST CRYING




Selamat datang jagoanku!! Selamat datang di dunia ini. Moga Allah menjadikanmu laki-laki tangguh yang berani menghadapi tantangan hidup sebagaimana makna yang terkandung dalam namamu.

Naskah dan foto : Wirawan (Bapaknya si Aza-panggilan Zayd Vivere Gazanezard)

Kamis, 01 Januari 2009

Kembang Api 2009, Menggembirakan atau Memilukan?



Selamat datang tahun 2009. Banyak pakar ekonomi yang mempredeksi, bahwa tahun 2009 adalah tahun yang cukup sulit bagi Indonesia khususnya di bidang ekonomi, walau demikian, nampaknya masyarakat tidak begitu terpengaruh oleh prediksi para ekonom itu.

Rabu, (31/12/08) Warga Surabaya menggelar ritual tahunan. Ritual itu ditandai dengan dentuman ratusan kembang api, secara bersamaan. Secara simultan dan massal tentu saja, ribuan pengendara bermotor melakukan arak-arakan. Berbagai suara yang memekikkan telinga pun seakan dilombakan. Pantai Kenjeran, sesak dengan muda-mudi yang sedang dibuai asmara. Hotel berbintang juga tak kalah, mereka berkompetisi mengadakan berbagai kegiatan menyambut tahun baru itu, yang kesemuanya tentu saja merefleksikan keriangan menyambut pergantian tahun. Saya hanya berharap, mudah-mudahan, hingar bingar tahun baru tidak serta merta menjadikan masyarakat amnesia seketika dengan permasalahan bangsa yang kian kompleks, juga semoga saja bangsa ini masih memiliki kepekaan sosial terhadap bangsa yang terindas arogansi yang dilakukan Israel terhadap Palestina.


Caption: Kembang api, refleksi keceriaan warga Kota Surabaya menyambut pergantian tahun.
Naskah dan foto : Wirawan Dwi

Senin, 10 November 2008

Pengadilan Massa



Dua Orang pencuri hand phone yang tertangkap saat mencuri di salah satu counter hp di Sidoarjo mengundang amuk massa. Seketika saja masyarakat menggelar "pengadilan" di tempat. Seorang berjaket militer tampak mencegah amukan massa kepada dua pencuri itu. Jika nasib pencuri hand phone yang tak seberapa nilainya, bagaimana dengan para koruptor yang mencuri uang negara miliaran, bahkan trilyunan rupiah.

Mengutip suarasurabaya.net, AGUNG LAKSONO Ketua DPR RI, mengatakan dalam jumpa pers di gedung DPR, Senin(10/11) mengatakan, Hari Pahlawann harus menjadi semangat untuk melawan korupsi.

Menurut AGUNG, bentuk perlawanan sekarang berbeda dengan bentuk perlawanan di jaman dulu. Untuk itu, nilai-nilai kepahlawanan harus jadi semangat generasi muda melawan segala bentuk perbuatan yang bisa merusak bangsa dan menambah kemiskinan.

Pengadilan massa, tentu kita sering melihatnya. Kasus pencurian seekor ayam, pencuri hp, pencuri motor, dll. bagaimana dengan pencuri uang negara yang jelas-jelas milik rakyat? Rasanya kita belum pernah melihatnya. Apa perlu masyarakat juga menggelar pengadilan dadakan untuk para tikus berdasi itu? Biar kapok!!


Foto/ naskah : Wirawan Dwi

Selasa, 28 Oktober 2008

Sapi Kerapan Mandi Sehari Dua Kali, Sapi Sono Dibuat Seksi



Bulan Oktober ini, kompetisi karapan sapi terbesar di Pulau Madura tahun ini dihelat. Pengunjung dari dalam dan luar negeri bersedia bersesak-sesak menyaksikan kegiatan itu.

Maklum, kompetisi kerapan sapi dianggap sangat prestisius bagi Masyarakat Madura. Bahkan kegiatan yang memperebutkan Piala Presiden itu masuk dalam salah satu tempat di Visit Indonesian Year 2008.

Karenanya, pemerintah setempat menyiapkan berbagai kegiatan menarik sebagai rangkaian kegiatan yang dinamai Kerapan Gubeng itu, antara lain, Pameran Bunga Nasional, yang berisi tentang pameran berbagai macam bunga dari seluruh pelosok negeri. Kegiatan lain bernama Semalam di Madura yang menyajikan berbagai macam kesenian baik tari, musik maupun hasil seni seperti batik khas Madura.



KHAS MADURA: BERAGAM KESENIAN MADURA DISUGUHKAN UNTUK WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA DALAM "SEMALAM DI MADURA"

Kompetisi Sapi Sono yang juga disajikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kerapan Gubeng, tak kalah menarik. Berbeda dengan kerapan sapi yang melombakan kecepatan berlari, Kompetisi sapi betina itu melombakan kecantikan dan keserasian langkah, gaya berjalan sapi jika dipadukan dengan musik pengiringnya.

TITIK START: DI SINILAH SAPI-SAPI SONO ITU MULAI BERLENGGAK LENGGOK MEMAMERKAN TUBUHNYA SERAYA MENYESUAIKAN GERAK DENGAN ALUNAN MUSIK

Sapi-sapi itu,umumnya berkulit mulus serta bertabur hiasan berwarna keemasan di bagian leher dan kepala. Sapi-sapi yang dilombakan akan berjalan lenggak-lenggok di hadapan juri. Semakin seksi lenggak lenggok sapi dan semakin sesuai dengan irama musik pengiring, semakin berpeluang menjadi sapi sono terbaik, yang tentu saja nantinya akan melambungkan harga. Harga sepasang sapi sono yang sudah terlatih bisa mencapai sekitar 80 jutaan.




TIP UNTUK SINDEN: PEMBERIAN UANG OLEH PENGIRING SAPI SONO DILAKUKAN UNTUK MEMPERTAHANKAN WIBAWA, MENGEJAR KESAN MAMPU


Perawatan Sapi Sono tidak mudah, butuh keuletan. Harus ada latihan khusus untuk penyerasikan gerakan, musik pengiring dan tari para pengiring. Merawat kesehatan sapi itu dengan ramuan khusus setiap harinya. Ramuan itu terdiri dari telur ayam kampung, kunyit, gula merah, dan dicampur dengan jamu sehat dari madura. Telur ayam kampung yang dibutuhkan per ramuan untuk satu sapi sebanyak 10-15 butir. “Ramuan itu bikin badan sapi sehat,” kata Mukhlis, seorang yang ditugaskan oleh pengusaha besi, pemilik sapi itu. Selain itu, sebagaimana manusia, Sapi Sono juga harus dimandikan. Minimal, dua hari sekali, sapi-sapi itu harus bersih dan cantik secara fisik.








Jika Sapi Sono dirawat dengan khusus, Sapi Kerapan pun demikian, semuanya serba khusus. Bahkan, sapi kerapan didatangkan khusus dari Pulau Sapudi, pulau di sebelah timur Kabupaten Sumenep. Masyarakat Madura meyakini, pulau ini penghasil sapi berkualitas yang punya fisik kuat dan siap tanding. Merawat sapi kerapan, membutuhkan lebih banyak dibandingkan Sapi Sono. Jika Sapi Sono dimandikan dua hari sekali, Sapi Kerapan dua kali mandi dalam sehari. Ramuan yang diminumkan untuk sapi kerapan juga bertambah komposisinya. Dalam setiap ramuan, satu sapi dengan ukuran besar akan mendapatkan telur ayam kampung sebanyak 100 biji, ditambah Anggur Malaga (sejenis bir hitam), kopi, ditambah jamu sehat. Jika akan bertanding, seminggu sebelumnya ramuan itu akan ditambah dengan dua multivitamin yang biasa diminum manusia untuk menambah tenaga. Karena itu, jika sapi kerapan itu menang, harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Ajang Judi

DI SANA SINI TERLIHAT ORANG MENENTENG KERTAS WARNA PINK, SETELAH BERBINCANG DENGAN PENGUNJUNG DIKETAHUI KERTAS-KERTAS ITU UNTUK BERTARUH, JUDI. WAAAH...


Paku untuk Sapi

banyak cara dilakukan agar sapi yang dilombakan bisa lari terbirit-birit, salah satunya menusukkan paku di pantat si sapi. Tak hanya itu, sapi-sapi itu juga diberi balsem di bagian mata.


Penonton Berjubel



Naskah/foto : Wirawan Dwi

Senin, 20 Oktober 2008

Penakluk Ular, Sejak Bayi Minum Susu Campur Bisa


Umumnya, kita akan lari terbirit-birit jika melihat seekor ular. Namun tidak bagi Feri Putra Setiawan dan Yudha Indra Purnama, siswa sekolah dasar yang masih duduk di kelas 6 dan 4 ini, justru mengaku sering tidur berbantalkan ular Sanca sepanjang 5 meter miliknya. Wah.. wah...

Ular itu, terkadang memang tidur di kandangnya, namun tak jarang Agus Brewok, panggilan akrab bapak Feri, membawanya ke rumah dan dibiarkan lepas, berkeliaran begitu saja. Nah, saat itulah biasanya Feri dan Yudha seolah merasa mendapat sandaran kepala empuk. "Keluarga kami sudah terbiasa dengan ular dengan berbagai jenis, jadi ketika ular-ular itu kita lepaskan di rumah, ya tidak ada masalah," kata Agus Brewok.

Untuk melatih keberanian itu memang tidak mudah. Ular harus lebih dulu menjadi bagian hidup. Menjadi teman sekaligus sahabat di segala kondisi. Bahkan, sejak kecil Agus Brewok meminumkan bisa ular kepada dua anaknya itu. "Sejak bayi Bapak memberi saya dan adik (Yudha, red) susu yang dicampur dengan dengan bisa ular," kata Feri. Karena itu, menurutnya, kedua kakak beradik itu menjadi kebal terhadap gigitan ular, sudah ratusan bahkan ribuan ular yang sudah menggigitnya, namun tak satupun ular-ular itu melukai kedua anak itu.

Keahlian dann keberaniannya itu membuat mereka berdua beberapa kali melakukan pertunjukan. Saat usia 7 tahun, Feri suudah melakukan pertunjukan di Taman Remaja Surabaya. Saat itu Feri yang saat itu masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar itu, dimasukkan dalam ruangan kaca tertutup yang di dalamnya sudah disiapkan sebanyak 100 ekor ular Cobra.

Pertunjukan lain pernah dilakukan Feri dan Yudha saat berusia 10 tahun di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. kala itu, di pertunjukan yang tercatat dalam rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) itu, kedua bocah yang tinggal di daerah Gubeng Klingsingan Surabaya itu dimasukkan ke dalam ruangan tertutup lengkap dengan 1000 ular Cobra di dalamnya mulai pagi hingga maghrib. "Saja dan adik di dalam main catur," kata Siswa SDN Pacarkeling X Surabaya itu santai.

Jadi intinya pada pengkondisian sejak awal. Siapapun akan sangat memungkinkan untuk menjadi apa dan bagaimana jika pengkondisian itu dilakukan sedini mungkin. Pengkondisian sejak awal telah dilakukan Agus Brewok dengan mengenalkan berbagai jenis ular dan juga dengan usahanya yang mencampur bisa ular dengan susu anaknya. Selain itu, menurut saya kuncinya adalah totalitas. Tanpa itu kayaknya juga susah, kalau kita lihat untuk menjadi seorang Feri dan Yudah, harus menjadikan binatang pemangsa daging yang terkenal sebagai binatang buas itu menjadi bagian dari hidupnya. Bukankah itu totalitas?. Saya jadi ingat taglinenya ADIDAS, "Nothing is Impossible"

Naskah dan Foto :Wirawan Dwi

Kamis, 09 Oktober 2008

MENGISI LIBURAN SEKOLAH DENGAN WISATA LUMPUR


Saat hunting banyaknya burung yang berterbangan di Renokenongo Porong bareng Mas Yuyung Abdi, tiba-tiba saja terlihat beberapa anak yang sedang berjalan diatas tanggul penahan lumpur. Mungkin mereka sedang berekreasi mengisi kegiatan akhir liburan sekolah. Karena banyaknya orang yang berkunjung melihat bencana lumpur dari dekat, entah hsekadar ingin tahu, menjajakan makanan, ngobyek jadi tukang parkir, atau berekreasi dengan keluarga besar maupun kecil, tempat itu, oleh warga sekitar dinamai "Wisata Lumpur Lapindo". Sudah dua tahun lebih bencana lumpur di Porong Sidoarjo belum jelas pemecahannya, semakin meluas dan meluas, dari pada bingung-bingung, mendingan dibuat tempat wisata, lumayan biar ga stres, he he he...

naskah dan foto : Wirawan Dwi