
Bulan Oktober ini, kompetisi karapan sapi terbesar di Pulau Madura tahun ini dihelat. Pengunjung dari dalam dan luar negeri bersedia bersesak-sesak menyaksikan kegiatan itu.
Maklum, kompetisi kerapan sapi dianggap sangat prestisius bagi Masyarakat Madura. Bahkan kegiatan yang memperebutkan Piala Presiden itu masuk dalam salah satu tempat di Visit Indonesian Year 2008.
Karenanya, pemerintah setempat menyiapkan berbagai kegiatan menarik sebagai rangkaian kegiatan yang dinamai Kerapan Gubeng itu, antara lain, Pameran Bunga Nasional, yang berisi tentang pameran berbagai macam bunga dari seluruh pelosok negeri. Kegiatan lain bernama Semalam di Madura yang menyajikan berbagai macam kesenian baik tari, musik maupun hasil seni seperti batik khas Madura.

KHAS MADURA: BERAGAM KESENIAN MADURA DISUGUHKAN UNTUK WISATAWAN DOMESTIK DAN MANCANEGARA DALAM "SEMALAM DI MADURA"
Kompetisi Sapi Sono yang juga disajikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kerapan Gubeng, tak kalah menarik. Berbeda dengan kerapan sapi yang melombakan kecepatan berlari, Kompetisi sapi betina itu melombakan kecantikan dan keserasian langkah, gaya berjalan sapi jika dipadukan dengan musik pengiringnya.

TITIK START: DI SINILAH SAPI-SAPI SONO ITU MULAI BERLENGGAK LENGGOK MEMAMERKAN TUBUHNYA SERAYA MENYESUAIKAN GERAK DENGAN ALUNAN MUSIK
Sapi-sapi itu,umumnya berkulit mulus serta bertabur hiasan berwarna keemasan di bagian leher dan kepala. Sapi-sapi yang dilombakan akan berjalan lenggak-lenggok di hadapan juri. Semakin seksi lenggak lenggok sapi dan semakin sesuai dengan irama musik pengiring, semakin berpeluang menjadi sapi sono terbaik, yang tentu saja nantinya akan melambungkan harga. Harga sepasang sapi sono yang sudah terlatih bisa mencapai sekitar 80 jutaan.


TIP UNTUK SINDEN: PEMBERIAN UANG OLEH PENGIRING SAPI SONO DILAKUKAN UNTUK MEMPERTAHANKAN WIBAWA, MENGEJAR KESAN MAMPU
Perawatan Sapi Sono tidak mudah, butuh keuletan. Harus ada latihan khusus untuk penyerasikan gerakan, musik pengiring dan tari para pengiring. Merawat kesehatan sapi itu dengan ramuan khusus setiap harinya. Ramuan itu terdiri dari telur ayam kampung, kunyit, gula merah, dan dicampur dengan jamu sehat dari madura. Telur ayam kampung yang dibutuhkan per ramuan untuk satu sapi sebanyak 10-15 butir. “Ramuan itu bikin badan sapi sehat,” kata Mukhlis, seorang yang ditugaskan oleh pengusaha besi, pemilik sapi itu. Selain itu, sebagaimana manusia, Sapi Sono juga harus dimandikan. Minimal, dua hari sekali, sapi-sapi itu harus bersih dan cantik secara fisik.



Jika Sapi Sono dirawat dengan khusus, Sapi Kerapan pun demikian, semuanya serba khusus. Bahkan, sapi kerapan didatangkan khusus dari Pulau Sapudi, pulau di sebelah timur Kabupaten Sumenep. Masyarakat Madura meyakini, pulau ini penghasil sapi berkualitas yang punya fisik kuat dan siap tanding. Merawat sapi kerapan, membutuhkan lebih banyak dibandingkan Sapi Sono. Jika Sapi Sono dimandikan dua hari sekali, Sapi Kerapan dua kali mandi dalam sehari. Ramuan yang diminumkan untuk sapi kerapan juga bertambah komposisinya. Dalam setiap ramuan, satu sapi dengan ukuran besar akan mendapatkan telur ayam kampung sebanyak 100 biji, ditambah Anggur Malaga (sejenis bir hitam), kopi, ditambah jamu sehat. Jika akan bertanding, seminggu sebelumnya ramuan itu akan ditambah dengan dua multivitamin yang biasa diminum manusia untuk menambah tenaga. Karena itu, jika sapi kerapan itu menang, harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Ajang Judi

DI SANA SINI TERLIHAT ORANG MENENTENG KERTAS WARNA PINK, SETELAH BERBINCANG DENGAN PENGUNJUNG DIKETAHUI KERTAS-KERTAS ITU UNTUK BERTARUH, JUDI. WAAAH...
Paku untuk Sapi

banyak cara dilakukan agar sapi yang dilombakan bisa lari terbirit-birit, salah satunya menusukkan paku di pantat si sapi. Tak hanya itu, sapi-sapi itu juga diberi balsem di bagian mata.
Penonton Berjubel

Naskah/foto : Wirawan Dwi